Tidak banyak yang mengerti khasiat berjalan bersisian. Bukan sekadar berjalan bersama, di mana kadang kita yang di depan dan kadang kita mesti tertinggal di belakang. Berjalan bersama juga bukan tentang menyamakan langkah, melainkan tentang menyesuaikan ritme dan mengatur lebar langkah... menuju keseimbangan.
Saat kita berjalan bersama, secara otomatis tubuh kita akan melakukan adjusment (kenapa nggak pake kata "penyesuaian" ajah?). Ada kalanya kita jadi tergesa karena teman berjalan kita (mungkin) tidak terlalu menyenangkan. Ada kalanya kita mengurangi kecepatan langkah karena kita ingin menikmati lebih lama perjalanan. Ada saatnya juga kita berpegangan tangan, dan lebih hangat lagi dengan berpelukan.
Karakter orang memegang pengaruh penting di sini. Kebiasaan berjalan tidak melulu dibedakan antara mars dan venus, tapi juga pada karakter yang dipengaruhi gen dan lingkungan. Ada orang yang (pada dasarnya) suka berjalan di depan. Biasanya orang seperti ini suka memegang kendali, membuka jalan, memberi petunjuk, tidak sabaran, egosentris. Ada juga yang cenderung berjalan di belakang, di mana yang seperti ini biasanya suka mengamati/menilai, kurang berambisi, bersikap melindungi, romantis. Terakhir, si pejalan bersisian. Orang ini biasanya supel, teman yang menyenangkan, pendengar dan (kadang sekaligus)
pencerita yang baik, penikmat saat sekarang.
Aku termasuk tipe orang yang cenderung berjalan di belakang (agaknya sedikit terpengaruh semboyan tut wuri handayani), sebab aku suka melihat/memerhatikan orang. Kupikir kesukaanku itu juga ada hubungannya dengan salah satu sifatku : romantis. Seperti lirik lagu Walking After You (Foo Fighter). Walking After You termasuk ungkapan yang sungguh-sungguh romantis, kan?
Tapi kadang... sebagai perempuan, aku lebih suka berjalan dengan seseorang yang sedikit berada di belakangku (which is "the one" walks after me!), dan lebih suka lagi : berjalan bersisian.
Saat berjalan dengan seorang teman (especially my girlfriends) aku suka menggandeng lengannya. Bukan karena aku manja atau rapuh, tapi karena aku mau temanku itu tahu aku membutuhkan dia sekaligus memberitahunya aku ada. Menggandeng lengan juga satu cara ampuh untuk "memaksa" berjalan bersisian. Terlalu rumit? Yah, kemungkinan besar pesanku itu tidak sampai memang. Orang masih jarang memerhatikan bahasa tubuh.
Back to the main topic : walking side by side, sempat kubilang tadi tentang "khasiat" berjalan bersisian. Very simple : berjalan bersisian memupuk rasa kebersamaan, mengikis perasaan sendirian, dan menambah kehangatan. Bukan hangat dalam arti fisik saja, tapi hangat di jiwa. Dan coba perhatikan, saat kamu mendapat kesempatan berjalan bersisian dengan seseorang, kamu akan mendapati tubuhmu lebih rileks, hatimu lebih tenang, dan voila! ada senyum di wajahmu.
Pasuruan, Oktober 2007
Sofia #2 : Hidup adalah perjalanan. Agar hidupmu menyenangkan, carilah teman perjalanan yang menyenangkan. Entah itu yang suka berjalan di depanmu, yang memilih berjalan sedikit di belakangmu, atau yang bisa berjalan di sisimu. Ketiga jenis itu tersedia, kamu tinggal memilih yang mana.