Women are encouraged to apply.
Fiuh!! Lumayan kecewa membacanya. Ternyata di zaman yang (katanya) udah menjunjung tinggi kesetaraan gender dan negara yang (kabarnya) udah maju, kalimat itu masih perlu dituliskan.
Yang bertandatangan di bawah kalimat itu, tentu saja bisa diduga, adalah seorang pria. Kupikir cuma di Indonesia yang cukup parah dalam urusan lowongan-lowongan pekerjaan yang masih mempermasalahkan masalah gender. Ternyata negara di Eropa itu juga masih seperti itu.
Jadi agaknya pernyataan "women are second class citizens" masih berlaku di dunia di milenium kedua ini.
So... how about the gender and social equity?
Just an empty words, I guess.