Blog EntryWomen are encouraged to applyOct 5, '07 5:23 AM
for everyone

Women are encouraged to apply.

Fiuh!! Lumayan kecewa membacanya. Ternyata di zaman yang (katanya) udah menjunjung tinggi kesetaraan gender dan negara yang (kabarnya) udah maju, kalimat itu masih perlu dituliskan.

Yang bertandatangan di bawah kalimat itu, tentu saja bisa diduga, adalah seorang pria. Kupikir cuma di Indonesia yang cukup parah dalam urusan lowongan-lowongan pekerjaan yang masih mempermasalahkan masalah gender. Ternyata negara di Eropa itu juga masih seperti itu.

Jadi agaknya pernyataan "women are second class citizens" masih berlaku di dunia di milenium kedua ini.

So... how about the gender and social equity?
Just an empty words, I guess.


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kupretist wrote on Oct 5, '07
Kalau mau benar kesetaraan mutlak seharusnya maling cewe juga dihajar habis2an, kalau perlu dibakar sebagaimana hukuman buat maling cowo. Itu jika memang main hakim sendiri adalah hukuman lumrah buat para maling. karena itu menggambarkan kesetaraan gender sebagaimana yang anda idam2kan.

Atau misalnya jika ada ungkapan kalau cara berpikir lelaki sering dibilang seperti anjing, maka cara berpikir perempuan juga pantas dibilang adalah pelacur

karena katanya tidak boleh ada yang lebih superior diantara keduanya,
maka sama saja diantara keduanya.... kadang sama baiknya dan sama buruknya.

begitukan contoh kesetaraan mutlak yang selama ini selalu diimpikan?
mvlia wrote on Oct 5, '07
uhm, encouraged bukannya berarti disupport, li?
wulanadian wrote on Oct 5, '07
to kupretist:
kamu nggak ngerti artinya kesetaraan ya...?
Setara itu bukan diperlakukan sama rata. Setara itu dihargai sama rata, dipandang sama rata.
Bukan berarti dengan setara berarti "golf club" untuk cewek harus dibikin sepanjang punya Tiger Wood.
Perlakuan nggak akan pernah sama, lha wong kodratnya sudah beda. Emang cowok bisa mati melahirkan?
pierewira wrote on Oct 5, '07
sapa juga yang bilang jaman udah menjunjung tinggi kesetaraan gender? cita2 kamu aja kali... jangan salahin jaman atau negara donk. dan yang penting jangan mimpi untuk kesetaraan gender!
ujangwati wrote on Oct 5, '07
kesetaraan gender...
wah...dilihat dr sisi apa nie...
klo dr kodrat ya jelas g bs disama ratakan...
tp (bkn g ngebela cew loh) kdng yg minta disetarakan cuman yg enak2 doank...hehe...
hmmm tp perlu jg dilihat klo skr cew jg bs ngelakuin pekerjaan cow...
hayuuu...skr yg pengen disetarain apa dulu...
apa mau nantix g ada cuti hamil dan melahirkan hehe krn kan disetarain ma cow...hehe...
Comment deleted at the request of the thread owner.
truelia wrote on Oct 7, '07
Kalau mau benar kesetaraan mutlak seharusnya maling cewe juga dihajar habis2an, kalau perlu dibakar sebagaimana hukuman buat maling cowo. Itu jika memang main hakim sendiri adalah hukuman lumrah buat para maling. karena itu menggambarkan kesetaraan gender sebagaimana yang anda idam2kan.

Atau misalnya jika ada ungkapan kalau cara berpikir lelaki sering dibilang seperti anjing, maka cara berpikir perempuan juga pantas dibilang adalah pelacur

karena katanya tidak boleh ada yang lebih superior diantara keduanya,
maka sama saja diantara keduanya.... kadang sama baiknya dan sama buruknya.

begitukan contoh kesetaraan mutlak yang selama ini selalu diimpikan?
Saya pribadi nggak menganut hal-hal mutlak, termasuk kesetaraan mutlak. Masalah maling itu... terlalu berlebihan lah. Seperti ucapan laki-laki yang sedang emosi.
Main hakim sendiri bukan sesuatu yang benar baik bagi lelaki maupun perempuan. Sama tidak benarnya saat banyak TKW yang dianiaya (tampaknya penganiayaan itu ada tempatnya sendiri-sendiri, bukan?). Ada analogi tentang perlakuan sama seperti itu: hukuman berzina untuk laki-laki dan perempuan sama kok; dirajam atau diasingkan kalau keduanya masing-masing belum menikah.

Saya pribadi tidak pernah suka tindakan "pukul rata", misalnya mengatakan kalau cara berpikir lelaki seperti anjing (saya percaya lelaki jauh lebih baik daripada anjing, meski anjing ada bagusnya juga : setia), sehingga pria membalasnya dengan mengatakan cara berpikir perempuan pantas dibilang pelacur. Agaknya metafora yang kurang bagus. Yang satu anjing, yang satu pelacur (jadi ingat kisah pelacur yang menyelematkan nyawa seekor anjing...).

Masalah gender ini lebih pada : antara lelaki dan perempuan dipandang setara, bukannya sama karena memang tidak sama. Keduanya dipandang dengan "kacamata" yang sama. Sehingga nggak perlu ada ucapan : "untuk ukuran perempuan, dia bagus juga" dan semacamnya.

Saya mengagumi Kartini. Seorang perempuan Indonesia yang berani dan mempelopori dihargainya perempuan untuk bisa merasakan pendidikan seperti halnya lelaki. Hal-hal seperti itulah yang layak diperjuangkan dalam hal kesetaraan gender. Tidak ada salah satu yang memiliki privilege lebih dibanding yang lain.

Kurang lebih seperti itu.
truelia wrote on Oct 7, '07, edited on Oct 7, '07
mvlia said
uhm, encouraged bukannya berarti disupport, li?
Encouraged berarti didorong, didukung. Dan mestinya nggak perlu mengatakan itu kalau memang dari awal tidak mempermasalahkan gender. Coba saja, rasanya aneh kan kalau ada kata-kata : Men are encouraged to apply? (dan rasanya yang semacam ini nggak pernah ada).

Jadi ingat ucapan Margaret Thatcher : saat seorang perempuan meminta diperlakukan berbeda, saat itulah dia justru menunjukkan kalau dia tidak setara.
truelia wrote on Oct 7, '07
Perlakuan nggak akan pernah sama, lha wong kodratnya sudah beda. Emang cowok bisa mati melahirkan?
Yang ini seperti ucapan perempuan yang emosi.

Orang nggak akan pernah tahu mana yang lebih sakit : melahirkan atau ditendang "burung"nya. Tapi kalau dilihat dari catatan sejarah, rasanya belum ada lelaki yang mati karena ditendang "burung"nya (meski perempuan nggak akan pernah tahu seperti apa rasanya).

Ngomong-ngomong soal itu, biasanya perempuan jadi super sensitif dan emosional saat hamil (plus minta yang aneh-aneh dengan berkedok ngidam). Secara psikologis itu ada luapan perasaan "kesal" karena harus menanggung sakit itu sendirian. Jadi... para suami mesti memaklumi sebab toh mereka nggak harus bersakit-sakit dan mengambil risiko mati saat melahirkan.
truelia wrote on Oct 7, '07
sapa juga yang bilang jaman udah menjunjung tinggi kesetaraan gender? cita2 kamu aja kali... jangan salahin jaman atau negara donk. dan yang penting jangan mimpi untuk kesetaraan gender!
Cita-citaku dan banyak perempuan lainnya. Btw, bagian mana dalam tulisanku yang aku menyalahkan zaman dan negara?? (please recheck).

Dan... suka-suka aku dong mau mimpi apa!
truelia wrote on Oct 7, '07
apa mau nantix g ada cuti hamil dan melahirkan hehe krn kan disetarain ma cow...hehe...
Ya bukan begitu lah, mba... Laki-laki nggak ada cuti hamil dan melahirkan karena memang mereka nggak hamil dan nggak melahirkan. That simple.
wulanadian wrote on Oct 23, '07
mood nya lia lagi bagus waktu ngebales ini.
abis ketemu siapa ni...?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.