Blog EntrySudahSep 30, '07 9:43 PM
for everyone

aku sudah memilih
bukan kamu
pergi saja

yang jauh
sejauhnya
sejauh-jauhnya

biar aku bisa bernapas dengan udara tanpa kontaminasi aroma tubuhmu
biar aku bisa berjalan tanpa tergopoh mengikuti langkahmu
biar aku bisa tersenyum dan menangis dan tertawa dan bahagia tanpa kamu sebagai alasannya

aku cinta kamu
tapi mata sembabku berkata lain
tangan gemetarku inginkan lain
gemuruh jantung dan remuk hatiku sudah tak ingin

aku...
ingin maafkan
tanpa kau pinta
ingin lupakan
semua

semua
semuanya
semua-muanya

sebab waktunya tiba untuk katakan
sudah...

jakarta, 28 september 2007 23.55


nineflowers wrote on Oct 1, '07
waah dalem bgt niy.. true story mbak..?
ujangwati wrote on Oct 5, '07
bs g sie melupakan ketika hati masih tetap merasakan cinta...??
apa ini jg slh satu bntk bhw tak slalu hati dan pikiran seiring sejalan...??
'aq sudah memilih'
apa berarti hati yg msh merasakan cinta telah mengalah..??
'sebab waktunya tiba untuk katakan sudah'
apa mungkin ini berarti 'aq udh lelah' ato 'udh cukup sabarku'??
entay wrote on Oct 5, '07
:) bagus :)

rada "kesindir" nih :D
truelia wrote on Oct 7, '07
'aq sudah memilih'
apa berarti hati yg msh merasakan cinta telah mengalah..??
'sebab waktunya tiba untuk katakan sudah'
apa mungkin ini berarti 'aq udh lelah' ato 'udh cukup sabarku'??
Hmm... mungkin dan mungkin.
Tapi tulisan ini lebih pada memutuskan sesuatu yang dianggap benar baik oleh otak maupun hati. Hati merasakan secara subyektif, otak melihat secara obyektif. Keduanya berkompromi, hingga diambillah keputusan untuk menyudahi...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.