Prespective

Blog EntrySenyum AsingOct 9, '08 12:41 AM
for everyone

hari ini orang-orang tersenyum padaku
orang-orang yang tak kukenal
orang-orang yang ada di rute perjalanan

awalnya kupikir mereka sedang senang
lalu ingin membaginya lewat senyuman
tapi lama-lama aku jadi gentar
sebab terlalu banyak senyum datang

aku mulai memeriksa bajuku
apa ada yang belum terkancing
lalu kuperiksa kerudungku
apa sudah terlipat rapi
lalu bercermin di kaca mobil
apa ada bedak yang tak tersaput rata

ternyata semua normal-normal saja
mereka hanya sedang ingin tersenyum saja
jadi... dengan ringan kubalas senyum mereka


Jakarta, 8 Oktober 2008


Blog EntryProsedur (untuk orang) MiskinSep 24, '08 10:13 PM
for everyone

Ini adalah cerita tentang kekecewaan saya pada prosedur. Dan kebencian saya pada kemiskinan.

Namanya Ina (bukan nama sebenarnya). Ia memiliki anak bernama Adi. Adi berumur 5 tahun dan baru saja divonis sakit katarak Rubella, yaitu katarak bawaan dari lahir yang disebabkan virus Rubella yang umumnya diderita saat masih dalam kandungan.

Ina lalu berusaha mencari pengobatan untuk Adi. Menuruti anjuran banyak orang, Ina pergi RS Cipto Mangunkusumo. Ternyata biaya operasi katarak terlampau mahal. Jadi Ina pergi meminta bantuan, salah satunya pada saya.

Saya pikir bisa membantu dengan mencarikan penyandang dana, sembari saya sarankan dia mengurus kartu gakin (keluarga miskin). Saya sarankan demikian karena:
1. RSCM mengatakan untuk keluarga miskin biaya operasi bisa lebih murah, menjadi sekitar seperdelapannya.
2. Para penyandang dana minta bukti kalau orang yang akan dibantu memang benar miskin.

Ina pontang-panting kesana kemari mencari tanda tangan pejabat-pejabat RW sampai Camat untuk dinyatakan sebagai orang miskin. Lewat seminggu, kertas itu akhirnya di tangan. Di saat bersamaan, Ina juga beruntung sebab saya bertemu penyandang dana yang bisa membantu sebagian dana yang ia butuhkan (awalnya organisasi ini bisa membiayai keseluruhan biaya, kalau saja operasi Adi memakai tarif murah yang seperdelapan tarif normal itu).

Dengan harapan besar, Ina kembali ke RSCM. Surprisingly, kartu gakin-nya ditolak dengan alasan: dia bukan penduduk asli Jakarta.
Kami lalu berusaha carikan info rumah sakit yang lebih murah, ketemu lah RS Pasar Rebo yang biaya operasi
kataraknya hanya separuh dari biaya di RSCM. Ina pun pergi ke sana... Sedihnya... RS Pasar Rebo tidak bisa menangani (katanya karena peralatan kurang memadai) dan menyuruh Ina kembali ke RSCM.

Akhirnya Ina menyerah. Saya juga. Saya pun bilang padanya; ya sudah, ke RSCM saja dengan tarif normal (mengingat jika tidak segera ditangani, dokter khawatir Adi bisa buta).

Saya sangat kecewa. Pada prosedur, pada pelayanan.

Mestinya, kalau memang gakin orang yang tidak berdomisili di Jakarta tidak bisa diterima, petugas memberitahu dari awal. Sehingga Ina nggak perlu membuang waktu seminggu lamanya untuk mengurusi sesuatu yang bisa dikatakan sia-sia. Saya sakit hati melihat kenyataan pada akhirnya Ina harus membayar operasi anaknya dengan biaya normal (yang mahal) dan mesti menundanya berhari-hari lamanya.

Perlukah juga saya ceritakan betapa buruk pelayanan orang yang menjawab telepon-telepon saya untuk menanyakan biaya dan prosedur operasi katarak untuk keluarga miskin? Ah... sangat mengecewakan. Untung saya puasa, sehingga saya terpaksa bersikap sabar dan menjaga intonasi bicara saya tetap ramah dan tenang.

Saya sangat kecewa. Sebab bohong kalau dibilang kesehatan masyarakat sangat diutamakan. Adi bukan satu-satunya pasien yang mengantri untuk operasi katarak dengan biaya murah. Adi bukan satu-satunya pasien yang tidak bisa dioperasi karena masalah administrasi. Atau lebih ekstrim kukatakan, karena miskin.

Sungguh nggak mudah menjadi orang miskin.

Secara khusus saya ingin berterima kasih pada Apin, Indonesia Cyber Charity, teman-teman donatur (yang kebanyakan nggak kenal Ina dan Adi), juga semua yang peduli dan ikut mendoakan. Tuhan Maha Mengetahui.

24 September 2008


PS. Saat ini Ina berusaha mendapat giliran untuk Adi bisa menjalani operasi katarak. Kami pun masih mengumpulkan dana untuk mereka.

 


Blog EntryDiamlah SajaSep 23, '08 1:45 AM
for everyone

kalau kamu tak punya sesuatu yang bagus untuk dikatakan
kalau kamu sedang tak suka hati hingga bibirmu cenderung berucap menyakitkan
kalau kamu tahu kamu tak akan didengar

lebih baik
kamu diam
sebab kadang diam bisa menyuarakan dengan lebih lantang

ya, diamlah saja

 


Blog EntryHarapan, Rencana, KenyataanSep 18, '08 9:50 PM
for everyone

Masalah muncul ketika ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Nggak ada orang bisa terbebas dari hal itu.

Kita merencanakan banyak hal. Membuat mimpi-mimpi indah yang tinggi, yang sebagian diantaranya kita sadari cukup jauh dari jangkauan. Apa salahnya bermimpi? Biasanya begitu hati membujuk untuk memberi semangat diri menyusun harapan.

Harapan hanya untuk orang-orang pengecut. Seseorang mengatakannya.
Harapan adalah alasan kita bertahan hidup. Seseorang mendeklarasikannya.
Menarik melihat perbedaan cara pandang itu, bukan?

Kenyataannya... sudah banyak kekecewaan kuterima karena memiliki harapan. Tapi memang begitulah aturannya. Kita menyusun rencana, sedangkan Tuhan--sang pemilik hak prerogatif--berkuasa melakukan segala sesuatu tanpa persetujuan kita, tanpa bertanya, tanpa meminta kita bersiap-siap. Kita didorong jatuh begitu saja. Berita bagusnya, akan ada pula saat-saat kita mendapat kesempatan dibawa terbang ke awang-awang menikmati harapan yang menjadi kenyataan.

Mungkin terdengar kurang ajar, meski aku sama sekali nggak bermaksud marah atas ketetapan Tuhan. Aku hanya sedang menuangkan perasaan ke dalam tulisan.

Lantas apakah kegagalan dan kekecewaan membuat kita patah hati lalu putus asa? Lalu kita nggak mau lagi repot-repot memimpikan sesuatu atau membuat rencana-rencana dalam hidup? Kadang. Yah, kadang yang seperti itu terjadi. We lost hope, we don't want to make any of it anymore.

Sesudahnya, untuk beberapa lama kita akan bergulat melawan rasa sedih dan kecewa itu. Biasanya fase itu terasa begitu berat, namun kadang berkat bantuan orang-orang dekat (atau bisa juga orang-orang yang nggak kita kenal), kita bisa melewatinya dengan lebih ringan.

Ketika masa-masa sulit itu berlalu dan kekecewaan sudah terobati, tiba saatnya untuk melanjutkan hidup. Sebagian memilih menjalani apa adanya, tidak mau repot-repot menyusun harapan baru. Sebagian yang lain bersikap lebih positif dan optimis; percaya bahwa akan tiba saatnya harapan tidak hanya berakhir sebatas harapan.

Buatku... harapan lebih membuatku bertahan hidup daripada membuatku merasa sebagai seorang pengecut.

Jakarta, 6 September 2008

 


Blog Entrynukilan #26Sep 16, '08 3:37 AM
for everyone

Little Prince (L) : What are you doing here?
Drunkard (D) : I'm drinking.
L : Why are you drinking?
D : In order to forget.
L : To forget what?
D : To forget that I am ashamed.
L : Ashamed of what?
D : Ashamed of drinking!

taken from The Little Prince.

 


Blog EntryRiski, in memoriamSep 15, '08 3:49 AM
for everyone

Dia pertama datang lewat mimpi. Dan aku nggak menyangka, dia berakhir seperti dalam mimpi juga.

Dia satu-satunya orang yang pernah membuatku menulis sebuah lagu. Kuciptakan dengan bantuan gitar dan organ, dengan cord seadanya, sekitar 7 atau 8 tahun silam. Lagu itu berjudul "Lagu Untuk Riski". Lagu itu kuselipkan dalam novel keduaku: RIVAL (aku hanya mengganti nama "Riski" menjadi "Aline").

Riski, kau memang bukan yang pertama hadir di hati
dan mungkin bukan pula jadi kekasih terakhir
tapi satu yang pasti aku yakin di hari
aku cinta kamu sepenuh hati

Riski, bukalah mata dan hatimu dan lihatlah aku
karna menyimpan rasa ini sendiri 'ku tak mau
cobalah 'tuk temani aku dan berikan hatimu
untukku... selalu...


Berita kepergian Riski (untuk selamanya!!!) sulit sekali kupercaya, sulit sekali kubayangkan. Aku
nggak akan pernah melihatnya lagi. Aku nggak akan pernah melihatnya lagi!!!

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...
Allah, Tuhanku... tempatkan dia di tempat yang baik di sisimu...
Terimalah segala amal dan kebaikannya. Ampunilah segala kekhilafannya...


In memoriam, taken from my journal.
(Just to show you that he was a lovable person)

I guess I fall in love with him. Aku menyadarinya ketika aku menjadi berdebar tak keruan karena dia. (24 Agustus 2000)

Kuanggap semua sikap baikmu, semua senyummu, tatapan tajam matamu, adalah penghargaanmu untukku atas perasaanku. Dengan begitu dalam ingatanku, kamu akan selalu masuk dalam kenangan manis yang nggak terlupakan. (23 September 2000)

Now I know his exact name, Riski Eko Wasisto. He was born at 28 September 1984. He is Libra! (26 September 2000)

Dia : Why are you looking for me? Do you love me?
Aku : Noooo!!!! (I should've said yes)

Hari Sabtu, 21 Oktober 2000 adalah hari yang sangat membahagiakan aku. Riski memboncengku. Riski duduk di sampingku. Riski pergi ke mana aku pergi. Riski menggenggam tanganku.

Aku : Ris, menurutmu kalau kamu mati nanti kamu masuk surga atau neraka?
Dia : Surga dong...

Aku mulai sulit melepas perasaanku pada Riski. (31 Januari 2001)

Riski benar-benar istimewa. Dia berbeda. Dia adalah teman yang sangat menyenangkan. Percakapan dengannya selalu percakapan yang mengasyikkan. We were talking about fun and simple things. (27 Juni 2001)

I just called him. And finally... our conversation was no longer fun. I feel it. I feel that it's over. It's enough to think about him. I love him (and I hate it). Ris, now I'm loosing a part of my heart. (22 Agustus 2001)

Riski got an accident. He is badly injured. I heard the news yesterday, and I'm so shock. I can't wait o see him. And... oh... I never stop praying for him...
Ris, I write your name again in my journal.
(16 Februari 2002)

And he told me so much. Sometimes he looked sad, sometimes he laughed, smiled, looked serious, and of course, sometimes he just simply looked at me.
He killed the man he hit into. That's troubled him alot. But he is a responsible person. He is
strong.  (21 Februari 2002)

Riski benar-benar ke rumah. Dia di hadapanku! Karena sengaja! (22 Juni 2002)

Day 1. Riski nggak datang. (24 Juni 2002)
Day 2. Riski nggak datang. (25 Juni 2002)

Hari ini Riski terlihat bahagia. Aku bisa melihat itu. Dia terus tersenyum. Dan aku sangat senang melihatnya senang.
Aku takut semuanya selesai di sini. Meski kurasa, itulah kenyataannya. Tuhan... izinkan orang ini menjadi bagian penting dalam hidupku... (3 Juli 2002)

Aku harus bisa bahagia. Dengan atau tanpa dia. Karena bukan salahnya kalau memang dia nggak punya perasaan sama denganku. Dan... bukan salahku juga menyayangi dia. Finally it's over. Persis seperti perkiraan. Besok, aku harus bisa tersenyum lagi. Harus. Untukku sendiri.  (4 Juli 2002)

Riski... I'll try so hard not to write your name again in my journal. (28 agustus 2002)


Jakarta, 14 September 2008

 

Blog EntryApandiSep 11, '08 1:29 AM
for everyone

kamu di mana?
aku kehilangan

kamu di mana?
kenapa nggak mengirim kabar?

kamu di mana?
bahkan perpisahan pun perlu diucapkan...

jadi segeralah datang
aku cuma perlu tahu
apa kabarmu

 


Blog EntryNadir (or Zenith?)Sep 9, '08 12:43 AM
for everyone

Alkisah, tersebutlah seorang gadis yang sedang gembira mendapat warna-warni baru dalam hidupnya. Binar matanya menyala lebih terang karena kehadiran malaikat tampan. Ia tersenyum seharian, ia jadi bersemangat menjalani hari-harinya yang akhir-akhir ini membosankan.

Tapi tiba-tiba berita menggelegar ia terima. Seseorang dari masa lalu mengirim petir di pagi yang tenang dalam hidupnya. Seketika ia merasa kosong, melayang di awang-awang, tak berpijak di buminya. Ia terluka.

Malaikat tampan itu tidak datang. Malaikat tampan itu hanya hiasan. Ia melayang sendirian.

Tuhan menggapai tubuh kecilnya, membasuh hatinya yang luka, menghapus air mata yang melelehi pipinya. Tuhan mengirimi ia bunga-bunga sebagai penghiburan. Ia tidak menginginkan bunga-bunga, sebetulnya. Tapi bunga-bunga itu membuat hatinya sedikit lebih tenang. Ia memilih menangkup bunga-bunga itu, menyimpannya.

***

Kadang kita lupa bersyukur hanya karena kita tidak mendapatkan satu atau dua hal yang (kita anggap) penting, atau hal yang kita inginkan dengan sangat. Kadang kita mendramatisir kesedihan dengan melupakan banyak hal baik yang datang pada kita dan patut kita syukuri.

Kali ini, dengan rendah hati kukatakan: saat kita terjatuh dengan keras, mari kita dramatisir kebahagiaan yang pernah hadir juga kebahagiaan yang kita miliki detik ini.

Semua ada masanya. Kadang kita bahagia, kadang orang lain yang mendapatkan kebahagiaannya, kadang kita tidak bisa ikut berbahagia bersama mereka. Hidup nggak seburuk itu bayangan kita.

Well, well... agaknya aku sedang terkena sindrom sok bijak menghadapi hidup. Tapi well, wellaku cuma sedang berusaha berlapang dada. Sebab well, well, aku harus bersikap demikian agar bisa meneruskan hidup dengan lebih ringan.

Well, well, dalam perjalanan, kita tidak selalu mendapat pemandangan indah, bukan?


Jakarta, sebuah pagi.

Peristiwa hanya peristiwa.
Kita yang menamainya musibah... atau keberuntungan.
(Dewi Lestari)

 


Blog Entryabout someone i loved beforeSep 8, '08 12:10 AM
for everyone

they keep saying
how fool i've been
how blind my eyes became
for loving someone like him
      a jerk
      a bastard
      a liar
      et cetera
i said, he is just a man
a broken man

and for him i was just... a fresh air

 


Blog EntryGreenSep 4, '08 1:43 AM
for everyone

lately
i love green

whether it is my blanket
or my blouse
or my scarf
or my font
or my table shading

even my eyes...
yes, my eyes went green

 


Blog EntryKalam #2Sep 3, '08 10:01 PM
for everyone

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur.
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya.
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

- Al-Hadid (57) ayat 20 -

 


Blog EntryTulisan tentang RSep 3, '08 2:23 AM
for everyone

Today, R refers to Ramadhan.

Lama sekali aku menatap layar laptop dengan jemari siap di atas keyboard, berusaha mengeruk kata lalu menyusun kalimat dari kata-kata itu menjadi tulisan yang bisa mewakili apa yang kurasain.

Pertama kutulis "what I really love about Ramadhan is..." kemudian kucoba membeberkan alasan demi alasan seperti: tranquility, peace, sound of God's name, dan sebagainya. Kuhapus semua karena aku nggak bisa meneruskan. Sesudah itu kutulis kalimat "yang kusukai dari Ramadhan kali ini..." kemudian kutulis tentang hujan, lalu lagi-lagi aku berhenti menulis. Berhenti begitu saja.

Ini membuatku frustasi. Kenyataan bahwa aku nggak bisa menulis tentang bulan Ramadhan, bulan paling istimewa yang mestinya memiliki banyak hal untuk diceritakan, membuatku merasa sangat... entahlah... mungkin malu adalah kata yang tepat.

Ramadhan kali ini aku lebih bahagia. Atau mungkin tidak lebih bahagia, sebab aku lupa sebahagia apa aku Ramadhan tahun lalu. Jadi... cukuplah kukatakan Ramadhan kali ini aku bahagia. Terutama karena aku masih bisa menemuinya dan memiliki bayangan bagaimana melaluinya. Oh yeah, that makes me happy.

Fiuh... I think this writing is so pathetic.


31 Agustus 2008

 


Blog EntryKalahSep 2, '08 4:01 AM
for everyone

mataku sakit
hatiku juga

aku kalah
aku menyerah

 


Blog EntryKalam #1Sep 1, '08 12:44 AM
for everyone

Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Ar-Rahman (55) ayat 78

* Allah senantiasa menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki, dan lain-lain *

 


Blog EntryPejalanAug 21, '08 10:03 PM
for everyone

Kunamai diriku pejalan
sebab hingga separuh abad tak lepas aku dari berjalan

Pergi ke taman kanak-kanak aku berjalan
tempatnya tak jauh dari tempatku tinggal
     pergi ke SD aku berjalan
     sebab rumahku pindah ke dekat sekolah
pergi ke SMP dan SMA aku berjalan
kotaku kecil, semuanya bisa ditempuh dengan berjalan
satu dua kilo tidaklah melelahkan

lalu aku kuliah ke ibukota
ternyata ke kampus pun aku berjalan
sebab aku kost di kompleks perumahan
milik salah satu dosen di jalan teknik pemukiman

belum cukup sejarahku berjalan
sekarang aku bekerja
di kota terbesar Indonesia: Jakarta
kusewa kamar kecil (dan sekarang rumah kecil) tak jauh dari sana
avakadabra... aku pergi dan pulang dengan berjalan

Begitulah, kunamai diriku pejalan
sebab hingga separuh abad tak lepas aku dari berjalan
terima kasih Tuhan...
atas dua kaki sempurnaku yang tak pantang berjalan

 


Blog EntryKontraktorAug 19, '08 4:12 AM
for everyone

Fiuh... alhamdulillah... tercapai juga keinginan tinggal di rumah. Sebagai perwujudan rencana besar "moving forward", akhirnya yang terpilih adalah mengontrak sebuah rumah sederhana tak jauh dari kantor.

Rumahku ada di gang sempit yang agak susah ditemukan alamatnya. Rumah ini hanya berukuran tak lebih dari 45 m2, terdiri dari dua kamar, satu ruang tamu, satu dapur, satu kamar mandi, dan ruangan tambahan untuk jemuran.

Tapi menyenangkan. Aku sekarang bisa merasakan hidup yang lebih normal. Dengan tetangga-tetangga sungguhan, membayar listrik dan air, punya dapur (meski cuma berfungsi untuk masak indomie dan goreng telur), punya dinding untuk memasang foto, juga punya ruangan untuk menaruh rak koleksi bukuku.

Sekarang aku juga nggak kebingungan lagi menghabiskan weekend, karena weekend di rumah sangat menyenangkan. Mendekor dinding, menyusun buku-buku, membersihkan lantai, menata dapur yang minim peralatan, memaku sana-sini...

I feel so excited to do those housework.
Aku nggak bisa membayangkan kesenangan seperti apa yang menungguku saat aku bisa membeli rumahku sendiri, nanti.

Tapi... bakal kumiliki kesenangan itu nggak ya?

 


Blog EntryTanggungjawabAug 19, '08 2:58 AM
for everyone

Trenyuh menyaksikan berita kecelakaan kereta di Bandar Lampung. Lebih-lebih ketika sang Kepala Stasiun, sekaligus Pengatur Perjalanan Kereta Api yang digelandang mengenakan baju tahanan, mengakui kelalaiannya.

Trenyuh sebab kubayangkan hidup seperti apa yang ia jalani. Mungkin hidup yang sederhana. Ia bilang ia lelah setelah menjaga pintu semalaman, hingga ia membiarkan kereta lewat di rel yang sedang terparkir gerbong lainnya. Aku nggak bisa membayangkan bangun suatu hari, lalu tiba-tiba menjadi penyebab kematian orang lain. Semoga ia bisa memaafkan diri dan bisa melalui hari-hari selanjutnya dengan damai.

Penjelasan Direktur PT KA menimbulkan kekecewaan juga sebab menurutnya alasan utama seringnya terjadi kecelakaan KA sebagian besar karena kualitas SDM yang tidak cukup baik. Ia mengakui kurangnya dana pelatihan bagi personel, baik itu masinis maupun petugas di stasiun.

Sepertinya masalah semacam ini tidak hanya terjadi di dunia per-kereta api-an, bukan? Di negeri ini kesalahan sejenis hampir terjadi di semua bidang. Kualitas SDM yang rendah, infrastruktur tidak memadai, dan tentu saja masalah klise: keterbatasan dana. Dari tahun ke tahun agaknya permasalahan itu terus saja didengung-dengungkan, seolah tak pernah ada langkah kongkrit untuk mengatasinya. Atau memang tak ada langkah yang bisa diambil? Ataukah sesudah teratasi satu masalah selalu timbul masalah serupa menciptakan siklus yang tak akan pernah usai?

Ketika kurefleksikan kejadian itu pada pekerjaanku. Kuingat-ingat berapa kali aku lalai dalam melakukan tugas-tugasku. Those don't demand a life, I know. But perhaps in some point, in an indirect sequence, those may cause a fatal effect to somebody's life. Well, I must do my job better and be more responsible.

Merdeka!

 


Blog EntryNyanyiAug 14, '08 11:05 PM
for everyone

Sudah setahun sejak terakhir kali aku berdiri di panggung dan orang-orang bertepuk tangan memberi applaus. Rasanya luar biasa mengalaminya lagi. Lebih-lebih dengan sorak sorai yang lebih heboh. Lebih-lebih sambutan yang berlebihan itu untuk satu hal yang sama sekali bukan expertise-ku: menyanyi!

Ya. Gara-gara dikerjain buat ikutan lomba nyanyi di kantor (dalam rangka 17-an, tentu saja), aku mesti mengumpulkan banyak-banyak keberanian untuk nyanyi di atas panggung. Memilih lagu oldies, membukanya dengan sapaan lucu: "saya mau nyanyi lagu terbaru dari Julio Iglesias", lalu penonton bersorak, "When I Need You."

Yang menyenangkan dari momen itu adalah: aku melakukan hal yang kusukai, out-loud, with music, and the audiences gave me such a great ovation. Panggung memang luar biasa.

Lalu... karena mungkin banyak yang nggak nyangka, sambutan sesudah turun panggung pun menyenangkan; beberapa menyalami, memuji, bilang nggak percaya ternyata aku bisa nyanyi, and my boss said: ternyata suara kamu bagus, Mel.

To sing. One thing that is not my thing.
I will never forget that glorious moment.

Jakarta, tujuhbelasan...

PS. Untuk lombanya aku nggak menang. Tapi apa artinya menjadi juara kalau aku udah memenangkan yang lebih berharga daripada materi...

 


Blog EntryMaaf, Saya LupaAug 11, '08 9:59 PM
for everyone

Maaf, saya lupa nama kamu.
Sudah lama sekali kita nggak ketemu, kan? Jangan salahkan saya kalau saya lupa namamu.
Namamu terlalu umum, sampai saya lupa nama umum yang mana milikmu. Lagipula... perkenalanmu juga nggak terlalu impresif.

Maaf, tapi saya ingat wajahmu.
Rambut alismu berjajar tak rapi, menebal ke tepi. Tahi lalat mungil nangkring di ujung pipi dekat
kuping kiri. Dan tanganmu. Saya tak mungkin lupa tanganmu yang gemuk seperti tangan giant-baby.

Maaf, tiba-tiba saya pikir saya nggak perlu minta maaf.
Bukankah kamu tadi juga salah menyebut nama saya?

 


Blog EntryJangan Tidur Larut Malam!Aug 7, '08 10:33 PM
for everyone

Artikel ini kuambil di kaskus.com. Sengaja kuupload di sini karena kayaknya sangat berguna. Terutama bagi penderita insomnia atau sindrom kelelawar yang produktif di saat malam.

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati

Jangan Tidur Larut Malam!

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT), tetapi ternyata saat
menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.

Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah:
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
2. Pola makan yang terlalu berlebihan.
3. Tidak makan pagi.
4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna,
pemanis buatan.
6. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
7. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya,

Sebab:

@ Malam hari pukul 9 - 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

@ Malam hari pk 11 - dini hari pukul 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

@ Dini hari pukul 1 - 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

@ Dini hari pukul 3 - 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

@ Pagi pukul 5 - 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

@ Pagi pukul 7 - 9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 6:30. Makan pagi sebelum pukul 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.

Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan terlalu sering begadang.


Semoga bermanfaat!

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.